Field Report Jogja - Malang - Sempu
Sedikt ulasan perjalanan ke malang.
karena keterbatasan dana dan fasilitas, jalur yang kami tempuh adalah jalur darat, dengan menggunakan kereta api.
dari jogja ke malang via kerete ada 4 cara :
- jogja - malang
- jogja - solo - malang
- jogja - surabaya - malang
- jogja - kediri - malang
"Stasiun Surabaya Gubeng"
"Stasiun Lempuyangan"
cara pertama, yaitu jogja - malang, hanya tersedia kereta malabar. sayangnya tarif sekali naik untuk kereta ini cukup mahal, yaitu IDR 80.000.
dengan kereta ini, biaya untuk pulang pergi jogja malang IDR 160.000.
sebagai catatan, kereta ini berangkat dari stasiun tugu jogja, dan tidak melalui stasiun lempuyangan.
cara kedua, jogja - solo - malang.
flexibilitas jalur kereta api solo, yang mempertemukan jalur utara dan selatan memberikan banyak pilihan dan kelonggaran waktu. kereta kereta menuju malang/surabaya/kediri pasti melewati jalur ini, baik dari selatan atau utara.
jadi, waktu yang di pergunakan bisa lebih fleksible, tergantung jadwal kereta.
untuk mencapai solo, dari jogja, bisa menggunakan 2 kereta commuter, yaitu Pramex, dan madiun jaya.
masing masing dengan ongkos yang sama, IDR 9.000.
bisa diakses melalui lempuyangan/tugu
cara ketiga, jogja - surabaya - malang
perjalanan menuju surabaya dengan kereta ekonomi adalah perjalanan malam.
kereta yang kami naiki kemarin adalah Gaya baru malam selatan.
dengan tarif IDR 26.000, kami berangkat melalui stasiun lempuyangan.
kereta berangkat pukul 23.30 dari lempuyangan dan tiba di stasiun surabaya gubeng sekitar pukul 6 pagi.
setelah itu perjalanan ke malang bisa dilanjutkan dengan kereta penataran, jurusan blitar dengan tarif IDR 4.500.
untuk kemudahan akses kendaraan, kami disarankan untuk turun di stasiun kota baru malang.
cara ke empat, jogja - kediri - malang.
cara keempat, yaitu dengan menggunakan kereta kahuripan, jurusan kediri.
untuk waktu keberangkatan dari lempuyangan, kami nggak tahu :hammer:. tiket IDR 21.000.
perjalanan ke malang bisa dilanjutkan dengan kereta rapih dhoho.
"Stasiun Kediri"
perjalanan dari surabaya - malang sendiri cukup nyaman.
dengan penataran, kami mencapai malang tepat waktu.
saya sendiri sepat heran, surabaya - malang yang ditempuh dalam waktu 2 - 3 jam, tiketnya hanya IDR 4.500.
sangat berbeda sekali dengan kereta solo - jogja.
Hm,.
mungkin memang perbedaan kereta,
mungkin juga karena gerbong pramex yang memang masi bagus, menjadikan harganya masih mahal :p
FYI, wujud kereta penataran tidak jauh berbeda dengan kereta ekonomi biasa.
dengan susunan gerbong yang juga sama.
berbeda dengan kereta pramex yang formatnya seperti KRL di jakarta,.
view yang ditawarkan pada perjalanan dengan kereta ini tidak main main.
baru keluar dari surabaya, kami sudah disuguhi oleh kolam lumpur terbesar di indonesia.
kolam lumpur porong yang legendaris...
setelah itu kerete beranjak ke selatan, dan terus ke selatan,..
pemandangan kota berganti menjadi pemandangan sawah dan kebun.
sewaktu kami melewati jalur itu, di sebelah kanan kereta banyak sekali terdapat pohon mangga.
yang lebih cantiknya lagi, mereka berbuah secara seragam.
buahnya yang lonjong memanggil manggil para pengelana yang kelaparan untuk menikmati manis dagingnya..
selain itu dari kejauhan juga terlihat semeru yang dengan gagahnya menyeimbangkan tanah jawa.
puncak mahameru yang eksotis dari pintu kereta,
sebuah pemandangan yang membuat jiwa menjerit karena keindahannya.
tak lupa jua, kereta ini melewati beberapa kali kali besar yang sepertinya sanggup menghanyutkan jembatan kereta yang kami lalui.
tapi mungkin ini belum seberapa dibandingkan sungai sungai di kalimantan.
borneo, suatu saat aku akan kesana...
Selanjutnya perjalanan dari malang menuju sempu sendiri memakan waktu yang tidak sebentar. total waktu yang dibutuhkan dari kota malang - sendang biru (pantai nelayan di sebelah utara pulau sempu), sekitar 4 jam.
disarankan untuk memiliki pandangan yang bagus dan kesigapan yang tinggi jika anda membawa kendaraan sendiri, karena track/jalan yang dilalui berliku dan naik turun.
sementara kami tidak membawa kendaraan, maka jalan satu satunya adalah mengunakan angkutan umum. baru saja keluar dari stasiun kota baru malang, kami dihampiri oleh para sopir angkutan yang menawarkan jasanya.
untungnya beberapa teman dan kerabat kami pernah membarikan skema kasar perjalanan malang sendang biru.
setelah berdiskusi dan bertanya ke beberapa sopir angkutan, kami memutuskan mengambil rute :
dengan penataran, kami mencapai malang tepat waktu.
saya sendiri sepat heran, surabaya - malang yang ditempuh dalam waktu 2 - 3 jam, tiketnya hanya IDR 4.500.
sangat berbeda sekali dengan kereta solo - jogja.
Hm,.
mungkin memang perbedaan kereta,
mungkin juga karena gerbong pramex yang memang masi bagus, menjadikan harganya masih mahal :p
FYI, wujud kereta penataran tidak jauh berbeda dengan kereta ekonomi biasa.
dengan susunan gerbong yang juga sama.
berbeda dengan kereta pramex yang formatnya seperti KRL di jakarta,.
view yang ditawarkan pada perjalanan dengan kereta ini tidak main main.
baru keluar dari surabaya, kami sudah disuguhi oleh kolam lumpur terbesar di indonesia.
kolam lumpur porong yang legendaris...
setelah itu kerete beranjak ke selatan, dan terus ke selatan,..
pemandangan kota berganti menjadi pemandangan sawah dan kebun.
sewaktu kami melewati jalur itu, di sebelah kanan kereta banyak sekali terdapat pohon mangga.
yang lebih cantiknya lagi, mereka berbuah secara seragam.
buahnya yang lonjong memanggil manggil para pengelana yang kelaparan untuk menikmati manis dagingnya..
selain itu dari kejauhan juga terlihat semeru yang dengan gagahnya menyeimbangkan tanah jawa.
puncak mahameru yang eksotis dari pintu kereta,
sebuah pemandangan yang membuat jiwa menjerit karena keindahannya.
tak lupa jua, kereta ini melewati beberapa kali kali besar yang sepertinya sanggup menghanyutkan jembatan kereta yang kami lalui.
tapi mungkin ini belum seberapa dibandingkan sungai sungai di kalimantan.
borneo, suatu saat aku akan kesana...
Selanjutnya perjalanan dari malang menuju sempu sendiri memakan waktu yang tidak sebentar. total waktu yang dibutuhkan dari kota malang - sendang biru (pantai nelayan di sebelah utara pulau sempu), sekitar 4 jam.
disarankan untuk memiliki pandangan yang bagus dan kesigapan yang tinggi jika anda membawa kendaraan sendiri, karena track/jalan yang dilalui berliku dan naik turun.
sementara kami tidak membawa kendaraan, maka jalan satu satunya adalah mengunakan angkutan umum. baru saja keluar dari stasiun kota baru malang, kami dihampiri oleh para sopir angkutan yang menawarkan jasanya.
untungnya beberapa teman dan kerabat kami pernah membarikan skema kasar perjalanan malang sendang biru.
setelah berdiskusi dan bertanya ke beberapa sopir angkutan, kami memutuskan mengambil rute :
stasiun kota baru - gadang - turen - sendang biru.
untuk tarif stasiun - gadang, per orangnya dikenakan IDR 3.000 per orangnya.
beruntung saat itu sedang sepi. dibawah guyuran hujan, kami menaiki angkot menuju gadang.
karena sepi, kami bisa sejenak meluruskan kaki kami diantara carrier carrier pembawa perbekalan kami.
sambil menikmati lumpia yang dibeli di stasiun, kami melewati siang itu dengan hiasan hujan. oya lumpia dijual seharga IDR 1.500 per buahnya.
lama perjalanan stasiun - gadang kira kira 15 - 30 menit. tergantung situasi kota.
nB : rupanya foto foto di perjalan bagian ini sangant kurang
saat itu tengah hari ketika kami mencapai gadang.
tapi, berkat awan kelabu yang memayungi kota malang saat itu, terik matahari sama sekali tidak terasa.
hanya butiran hujan yang setia menemani semenjak menaiki angkutan selepas stasiun tadi.
di gadang, kami sejenak beristirahat.
sembari mencari informasi angkutan yang berangkat menuju turen.
awalnya kami dipertemukan kepada calo yang menawari angkutan langsung ke sendang biru dengan tariff IDR 200.000 untuk 5 orang.
tapi karena uang yang ada dikantong kami tidak seberapa, maka kami memuuskan untuk beristirahat sejenak, sambil melengkapi logistik.
di warung tempat kami beristirahat sambil berbelanja itu., kami mendapatkan informasi tentang angkutan ke turen.
sekitar setengah jam berbelanja, dan melangkapi kebutuhan, kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa para sopir 'nakal' itu. ditambah lagi informasi dari para penduduk sekitar yang memberikan kisaran harga angkutan untuk menapai turen / sendang biru.
dari jauh terlihat beberapa sopir yang terlihat 'mutung' karena gagal mendapatkan pemasukan.
jika dihitung, IDR 200.000 dibagi 5 adalah IDR 40.000 / orang.
jika dibandingkan dengan harga angkutan umum biasa yaitu IDR 5.000 + IDR 12.000 = IDR 17.000, maka harga IDR 200.000 dari sopir nakal itu sangatlah kelewat batas. (gadang - turen = IDR 5.000, turen - sendang biru = IDR 12.000).
benar saja, setalah kami selesai dengan urusan logistik, perjalanan dilanjutkan ddengan mencari angkutan menuju turen. tidak sampai 5 menit kami berjalan, ada angkutan yang menawarkan jasanya. tepat seperti yang dikatakan penduduk setempat. IDR 5.000/orang, dengan lama perjalanan sekitar satu jam.
angkutan yang penuh, ditambah dinginnya suasana hujan, dan tubuh yang letih membuat asya tertidur selama perjalanan menuju turen.
perjalanan yang sejatinya ditempuh dalam waktu sekitar satu jam, hanya terasa beberapa saat saja.
saya terbangun ketika angkutan telah mencapai turen.
dan,..
voila,..
turen cerah, seperti tidak tersentuh hujan seperti di malang.
sambil menunggu angkutan mengisi bensin dan penumpang, beberapa dari kami makan siang di warung yang ada di sekitar tempat 'ngetem' angkutan.
preview gambar angkutan :
tapi, berkat awan kelabu yang memayungi kota malang saat itu, terik matahari sama sekali tidak terasa.
hanya butiran hujan yang setia menemani semenjak menaiki angkutan selepas stasiun tadi.
di gadang, kami sejenak beristirahat.
sembari mencari informasi angkutan yang berangkat menuju turen.
awalnya kami dipertemukan kepada calo yang menawari angkutan langsung ke sendang biru dengan tariff IDR 200.000 untuk 5 orang.
tapi karena uang yang ada dikantong kami tidak seberapa, maka kami memuuskan untuk beristirahat sejenak, sambil melengkapi logistik.
di warung tempat kami beristirahat sambil berbelanja itu., kami mendapatkan informasi tentang angkutan ke turen.
sekitar setengah jam berbelanja, dan melangkapi kebutuhan, kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa para sopir 'nakal' itu. ditambah lagi informasi dari para penduduk sekitar yang memberikan kisaran harga angkutan untuk menapai turen / sendang biru.
dari jauh terlihat beberapa sopir yang terlihat 'mutung' karena gagal mendapatkan pemasukan.
jika dihitung, IDR 200.000 dibagi 5 adalah IDR 40.000 / orang.
jika dibandingkan dengan harga angkutan umum biasa yaitu IDR 5.000 + IDR 12.000 = IDR 17.000, maka harga IDR 200.000 dari sopir nakal itu sangatlah kelewat batas. (gadang - turen = IDR 5.000, turen - sendang biru = IDR 12.000).
benar saja, setalah kami selesai dengan urusan logistik, perjalanan dilanjutkan ddengan mencari angkutan menuju turen. tidak sampai 5 menit kami berjalan, ada angkutan yang menawarkan jasanya. tepat seperti yang dikatakan penduduk setempat. IDR 5.000/orang, dengan lama perjalanan sekitar satu jam.
angkutan yang penuh, ditambah dinginnya suasana hujan, dan tubuh yang letih membuat asya tertidur selama perjalanan menuju turen.
perjalanan yang sejatinya ditempuh dalam waktu sekitar satu jam, hanya terasa beberapa saat saja.
saya terbangun ketika angkutan telah mencapai turen.
dan,..
voila,..
turen cerah, seperti tidak tersentuh hujan seperti di malang.
sambil menunggu angkutan mengisi bensin dan penumpang, beberapa dari kami makan siang di warung yang ada di sekitar tempat 'ngetem' angkutan.
preview gambar angkutan :
______________________________________________________________________________
daerah yang dulunya begitu tertutup kini mulai terbuka, dan tersentuh peradaban, meskiupn sepanjang jalan belum terdapat lampu penerangan jalan yang memadai. efek pengerusakan hutan secara langsung kami saksikan disini. terlihat beberapa badan jalan longsor karena tidak mampu menahan tekanan yang diberikan oleh aspal. selain itu ada juga beberapa rumah yang ambruk. sepertinya efek dari pengerusakan hutan itu berbalik kepada penduduk sekitar. betapa rakusnya manusia.
dari atas bukit yang kami lewati, terlihat dibawah hanyalah kebun kebun jati dan pisang. sudah tidak ada lagi celah fauna liar untuk memiliki rumah. sebuah ironi.
kerena hujan menyambangi kembali di tengah jalan, maka jalan yang dilalui menjadi licin. dan di bebera titik jalan terputus karena longsor dan terendam air. untungnya saat itu kami berhasil melewati hadangan alam seingga bisa mencapai sendang biru. lama perjalanan sekitar 2 - 3 jam. uang IDR 12.000 memang sebanding dengan jasa yang diberikan oleh supir supir lokal itu. untuk sopir pemula disarankan untuk berhati hati jika melewati jalan ini.
setelah sampai di sendang biru, cuaca masih gerimis.
oleh pak kardi, penanggung jawab kapal penyebrangan, kami diminta beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari, karena cuaca tidak memungkinkan untuk trekking.
kamipun bermalam di rumah pak kardi.
sebuah rumah sederhana di tepi sendang biru.
di malam yang memberikan harapan kepada orang orang yang punya mimpi,..
dimana mana bobo' :hammer:
Dokumentasi :
To be Continues...














